KBB – MJL | Senin 11 Mei 2026, Bertempat di Ballroom gedung B lantai 4, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bandung Barat (KBB) resmi memulai pelaksanaan Seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) tingkat Kabupaten Bandung Barat Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi muda terbaik yang akan bertugas pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia mendatang.
Seleksi Capaska tahun ini hadir dengan sistem yang lebih modern, transparan, dan berbasis digital. Seluruh proses mulai dari pendaftaran hingga tahapan penilaian dilakukan secara online guna menjamin objektivitas serta keterbukaan dalam proses seleksi.

Kepala Bidang Kesatuan Bangsa pada Badan Kesbangpol Kabupaten Bandung Barat, Jaja, S.Sos., mengatakan bahwa pelaksanaan seleksi mengacu pada sistem nasional dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), sehingga setiap tahapan berjalan sesuai aturan dan standar yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
“Alhamdulillah pelaksanaan berjalan baik. Pendaftaran dilakukan secara online dan seluruh proses seleksi berbasis sistem yang transparan. Panitia hanya melaksanakan sesuai mekanisme yang sudah ditentukan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peserta seleksi berasal dari SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah se-Kabupaten Bandung Barat. Antusiasme pelajar tahun ini cukup tinggi, tercatat sebanyak 333 peserta mengikuti proses pendaftaran dan terlebih dahulu menjalani seleksi administrasi sebelum memasuki tahapan lanjutan.
Adapun tahapan seleksi meliputi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), pemeriksaan kesehatan, tes fisik, hingga wawancara kepribadian. Seluruh tahapan tersebut dirancang untuk menghasilkan anggota Paskibraka yang tidak hanya memiliki kemampuan fisik prima, tetapi juga mental tangguh, intelektual baik, serta karakter kebangsaan yang kuat.
Menurut Jaja, penerapan sistem digital dalam seleksi Capaska menjadi langkah penting untuk menghilangkan stigma adanya titipan maupun kuota wilayah tertentu. Dengan sistem yang terintegrasi secara online, seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk lolos berdasarkan kemampuan dan kualitas diri masing-masing.
“Seleksi ini benar-benar mengedepankan kemampuan peserta. Tidak ada titipan, tidak ada perlakuan khusus. Semua peserta bersaing secara sehat dan profesional.
Jaja berharap semua Capaska yang nanti terpilih bisa mengikuti seleksi tingkat provinsi dan nasional agar menjadi kebanggan bagi keluarga dan pemerintah kabupaten bandung barat.ujarnya (erdy )
